Jumat, 02 Januari 2015



19). Apakah makan ikan adalah cara yang tepat untuk mengurangi resiko jantung koroner? Apa itu asam lemak omega-3?


Sebelumnya pada artikel yang lalu, saya memposting artikel tentang "18). Apa itu lemak jenuh dan lemak tak jenuh?" bagi yang belum baca, saran saya silakan dibaca terlebih dahulu agar pada artikel kali ini mudah dipahami^_^

Bagi yang sudah, langsung saja berikut penjelasannya.. 

Komentar pasien:

Makan banyak ikan untuk menggantikan daging merah adalah cara sehat untuk mengurangi resiko serangan jantung. Jika anda menyukai ikan mentah, maka bagus sekali kalau anda makan sashimi atau sushi di restoran Jepang sebanyak mungkin untuk kandungan protein. Juga, salmon dan ikan air tawar itu baik untuk anda karena ikan-ikan ini mengandung sejumlah besar asam lemak omega-3. Di pihak lain, jenis kerang, kepiting, udang, atau tiram, itu bukan makanan sehat untuk jantung anda.

Ikan mengandung kolesterol, tetapi sangat rendah, namun jauh lebih baik daripada daging hewan berkaki empat, untuk mengurangi faktor resiko koroner. Ikan bisa berlemak atau tidak berlemak, tetapi itu jauh lebih baik daripada daging hewan berkaki empat untuk mengurangi faktor resiko koroner. Ikan berlemak biasanya ditemukan di bagian laut yang lebih dalam dan mengandung jumlah besar asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 ternyata bisa menjadi pelindung terhadap penyakit arteri koroner, termasuk serangan jantung.

Minyak ikan, seperti salmon dan mackarel, mengandung sejumlah besar asam lemak omega-3. Sebuah studi menemukan bahwa wanita yang makan ikan lima kali sepekan memiliki resiko serangan jantung yang mematikan 45% lebih rendah daripada wanita yang makan ikan kurang dari sekali dalam sebulan. Studi lain melaporkan bahwa pria dengan level asam lemak omega-3 tertinggi memiliki resiko kematian tiba-tiba karena serangan jantung sebesar 81% lebih rendah dari mereka yang memilikk level omega-3 yang lebih rendah.

Berbagai jenis kerang-kerangan seperti kepiting, tiram, lobster, udang, dan kerang, memiliki kolesterol yang jauh lebih tinggi daripada kebanyakan jenis ikan lainnya, tetapi lemak total dan asam lemak jenuhnya lebih rendah daripada dalam kebanyakan daging unggas dan daging dari hewan berkaki empat. Untuk diet yangv
 rendah-kolesterol, ikan lebih baik dari daging merah tanpa lemak.

Nah itu penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya^_^
Jika ada yang mau ditanyakan seputar postingan atau blog ini silakan coment ya, jika saya mampu jawab insyaAllah dijawab^_^

Inspirasi dari buku : "100 tanya jawab mengenai serangan jantung dan masalah-masalah yang terkait dengab jantung" oleh Edward K. Chung, MD, FACP, FACC,

Bagi yang tertarik untuk copas dimohon untuk menyertakan link sumber.

Kemal 20.03 . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates